lundi, février 18, 2008

Ngambil S-2

Kadang-kadang kangen juga suasana sekolah. Tapi sejauh ini belum kepikiran untuk melanjutkan studi lagi ke jenjang S-2. Apalagi ke luar negeri, waduh… sudah nggak ada waktunya, biayanya juga nggak ada.

Mencicipi keliling dunia biar jadi “takdir” adikku saja, yang baru-baru ini melanjutkan petualangannya ke Dubai—bekerja di Burj Al-Arab.

Mungkin jalanku memang beda, seperti halnya karakter kami berdua yang sangat bertolak belakang. Adikku lebih people person; temannya banyak dan ia mudah sekali berdagang—nurun Papa—makanya ia menikmati pekerjaannya di bidang hotel banquet and sales management. Sementara aku lebih individual, small-grouper. Bergaul dengan macam-macam orang, tapi yang benar-benar temen sebenarnya nggak banyak, walaupun rata-rata akrab (nurun Mama). Mungkin itu sebabnya aku cukup menikmati kerja “di belakang layar”, seperti yang sedang aku jalani ini. Cita-citaku juga tidak ingin menjalani hidup yang high-profile.

---

Tapi yang namanya rencana tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi. Dalam hal ini, melebihi ekspektasi.

Nggak berencana mengambil S-2, eh malah dapat tawaran bekerja di salah satu hottest agency in town. Mungkin kalau ukuran sepakbola, ini Manchester United atau Real Madrid-nya advertising Indonesia.

Belum-belum beban begitu besar langsung membebani pundak. Banyak orang yang pengen—dan tentunya mengincar—posisi yang aku dapet ini. Jadi sebenarnya “sampai di tempat ini” baru jeda paruh waktu, sementara masih ada setengah babak lainnya, yaitu gimana bisa perform, dan itu yang belum dijalani sama sekali. Seperti halnya sepakbola, bola itu bundar… eh, bulat :p jadi second-half tetap punya potensi untuk memutarbalikkan keadaan.

Yah… tapi apa pun itu, di tahun Tikus ini aku layak untuk tetap optimis. Belum lagi Creative Director dan bakal Creative Group Head-nya asik. The future is bright, I think. Semoga setahun ke depan dapat menjadi tahun yang menyenangkan, dan portfolio di steviesulaiman.viewbook.com dapat bertambah lagi dengan koleksi yang lebih appetizing—buat modal “hari tua”, hehehe…

Kalaupun tidak, yaa masih ada “gelar S-2” yang bisa dibuat jualan :p


PS: Thx buat employer dan klien-klienku sebelumnya, yang karenanya aku jadi punya gelar “S-1” dan bisa meneruskan ke “S-2” ini. Thx juga buat Cici Hoki, sang pembuka jalan—I owe you twice.