jeudi, mai 22, 2008

Pindah rumah

Per hari ini, 22 Mei 2008, aku pindah "rumah" ke istevie.wordpress.com. Selamat tinggal stevie18181.blogspot.com, 40 bulan yang menyenangkan. Takkan sampai sejauh ini tanpamu.

mercredi, mai 21, 2008

Sunset sky from 30,000 feet


Sebetulnya sayang terbang pulang dari hometown sore hari. Umpama ada flight besok paginya aku pasti akan pilih pagi. Selain jarang sekali delay, terbang pagi juga menyisakan hawa yang enak, plus bisa ekstra semalam lagi.

Sayangnya penerbangan Air Asia dari Surabaya ke Jakarta paling awal sudah jam 2.45 siang, jadi harus pulang dari malam sebelumnya. Mungkin karena kali ini jumlah penumpangnya nanggung, penerbangan malam itu pun dialihkan ke penerbangan sebelumnya di sore hari.

Walaupun waktu di hometown terpotong lagi beberapa jam, toh penerbangan sore hari juga memberikan kepuasan tersendiri. Apa lagi kalau bukan pemandangan langit matahari terbenam dari jendela. Warna langit yang biru bercampur merah muda, dan awan-awan yang ada di bawah kita.

Pemandangan kali ini memang belum seindah pemandangan sunset pertama waktu itu–yang sayangnya lupa aku potret–tapi tetap saja meneduhkan hati. Serasa sedang menjadi saksi sebuah lukisan yang sangat indah, di kanvas yang tak terhingga luasnya. Kalau saja ada yang bisa diajak berbagi bersama keindahan hidup ini...

jeudi, mai 15, 2008

Ronin

Setelah merasakan 3 kali pindah kerja dalam kurang dari 5 tahun, ada kejanggalan yang terjadi hampir di setiap tempat yang aku singgahi: atasanku pindah.

Tentunya memang sudah rencana masing-masing, tapi kok kejadiannya pas aku belum lama bergabung. Jadinya sempat terlintas di perasaanku, apa aku ini biang bikin bos pindah...

Yang pertama terjadi sekaligus 2 orang yang resign–satunya beralih ke posisi yang lebih strategis di belakang layar, satunya lagi bener-bener resign dan alih bidang ke seni murni. Keduanya sudah mengabdi 18 tahun dan 13 tahun saat resign.

Kejadian kedua, di perusahaan berikutnya, bos yang sudah mengabdi 11 tahun juga resign menjelang hampir setahun sejak aku bergabung, justru pas lagi asik-asiknya kerja bareng dia. Lalu yang terakhir, di perusahaan berikutnya lagi, Group Head yang baru sama-sama bergabung hampir tiga bulan lalu juga resign–buka usaha sendiri bersama teman-temannya–juga pas lagi asik-asiknya chemistry di tim kami.

Di satu sisi ikut senang melihat teman bergerak maju, baik itu pindah ke posisi yang lebih strategis, pindah ke perusahaan yang lebih bagus, menemukan profesi baru yang lebih disukainya, atau bahkan memulai usahanya untuk menjadi lebih mandiri. Tapi bagaimanapun kehilangan bukan hal yang mudah untuk dihadapi, apalagi bila itu adalah kehilangan mitra kerja yang selaras dan sevisi.

Lebih kehilangan lagi ketika mengingat belum banyak project berarti yang terealisasi selama kerja bareng. Seandainya saja sedikit lebih panjang kebersamaan itu, sampai sempat bikin "sesuatu" dulu, mungkin perpisahan itu tidak akan terasa sedemikian berat. Atau malah tambah berat lagi? Ah, entahlah...

Itulah manusia, sulit merasa cukup, dan selalu kurang siap untuk berpisah. Lupa bahwa setiap orang hakikatnya adalah jiwa yang bebas, dan kebersamaan apa pun cepat atau lambat pasti akan berakhir.